Monday, January 14, 2013

Diamlah dan biarkan Tangan Tuhan menyelesaikannya

9 Januari 2013. sore itu hujan turun dengan derasnya. anginpun tidak kalah kencangnya bertiup. rupanya pemanasan global sudah merusak alamku. tapi sore itu, entahlah, aku benar-benar semangat keluar dari kamar dan beranjak ke sebuah alamat. bukan ke cafe atau tempat nongkrong lainnya untuk menghangatkan badan seperti yang biasa aku lakukan, melainkan untuk memenuhi sebuah janji yang baru sekitar enam jam yang lalu aku buat. orang yang akan aku temui ini orang yang penting sekali untuk hidupku. ya, karena melalui tangannya, Tuhan akan menentukan nasibku. haha..tidak seberat itu sih. tetapi orang ini sungguh penentu nasibku sore itu.

aku malas mengendarai motorku yang sudah beberapa bulan ini tidak aku sentuh. karena Bogor adalah kota sejuta angkot, maka sore itu aku memilih menggunakan angkot. meskipun hujan turun dengan tidak tahu malu dan membasahi bajuku, tapi tidak masalah. yang penting aku sampai ke tempat janjian itu tepat waktu. pukul empat sore tepat. rasanya semua orang di angkot memandangiku dengan heran. seakan menelanjangiku. dan aku sangat tahu mengapa. oh Tuhan, rasanya ingin sekali aku menggantikan pak supir angkot yang sedari tadi menunggu penumpang lain. betapa egoisnya aku ya? dia itu juga butuh nasi, sama sepertiku, sama seperti penumpang lainnya. satu penumpang saja sungguh sangat berharga bagi pak supir. tapi tidak bagiku. karena ketika aku melirik jam di tanganku, sepuluh menit lagi pukul empat. aku tidak ingin terlambat sedetikpun. maka aku putuskan untuk turun dan berjalan ke tempat tujuan. rupanya hujan masih tidak tahu malu. dia membasahiku. tidak mengapa. asal aku tidak terlambat.

rupanya usahaku berhasil. pukul empat sore kurang dua menit, aku tiba di tempat aku membuat janji dengan seseorang. rasanya semakin banyak orang yang memandangiku. ah sial, kepercayaan diriku langsung menurun drastis. ini tidak bisa dibiarkan! maka aku cepat-cepat saja menemui seseorang yang bisa membantuku untuk bertemu dengan dokter Ujang Yamin spesialis mata. dialah orang yang aku sebut-sebut tadi. orang yang sore itu sungguh berarti bagiku, sekaligus orang yang sangat tidak ingin aku temui lagi. maafkan aku pak dokter, bukan bermaksud jahat.hahaha dan akhirnya, petugas pendaftaran pasien di Bogor Medical Center (BMC) yang ramah itu mengarahkanku ke poli mata, tempat pak dokter yang ramah itu praktek. setelah sebelumnya berbasa-basi dengan menyuruhku mengisi formulir pendaftaran dan menanyaiku beberapa pertanyaan.

ada wanita paruh baya di ruangan itu. selain dia tidak ada lagi orang lain. aku memberikan berkas yang diberikan petugas pendaftaran di lobi BMC tadi kepadanya. lalu dengan sopan dia memintaku untuk duduk dan meninggalkanku sendirian. tapi tidak lama. namaku disebut olehnya. Nyonya Bunga Amoring Tyas, silahkan masuk. begitu katanya. aku pun bergegas menuju ruang di mana wanita itu berdiri. Alhamdulillah, pak dokternya sudah beruban. konyol sekali. hanya karena rambutnya sudah beruban, hatiku sungguh bahagia. mungkin ini hanya sugesti, tetapi setiap kali aku ditangani oleh dokter yang sudah senior, cepat sekali sembuhnya. dokter itu ramah sekali menyapaku dan menanyaiku apa yang bisa ia bantu. tapi tanpa panjang lebar aku menjelaskan, sepertinya ia sudah mengerti apa yang harus ia lakukan. ya, benjolan di mataku ini benar-benar menyiksaku. wah, ini sudah lama ya? kenapa tidak cepat-cepat kesini? begitu ia menanyaiku. akupun punya jawaban yang sempurna. karena baru dua hari ini saya berada di Bogor. sebelumnya aku berada di Mataram, tempat suamiku tinggal. sebetulnya di sana aku sudah berkonsultasi dengan dokter spesialis mata yang ternyata ia kenal. tetapi entahlah, waktu itu aku tidak berani mengambil tindakan untuk membuang benjolan di mataku. pak dokter ini sungguh pintar mengambil hatiku. ia menjelaskan panjang lebar dari mana asal benjolan itu dan apa akibatnya. sore itu aku medapatkan pelajaran berharga. jangan tidur sebelum make up di wajah benar-benar bersih terangkat.

smokey eyes adalah riasan yang paling aku suka. nggak pagi, nggak siang, nggak malem, apapun acaranya, smokey eyes riasannya.hahaha tetapi justru itu yang membuatku berada di depan pak dokter. smokey eyes merupakan make up mata tebal yang menggunakan eye shadow warna hitam pekat atau biru, bisa juga ungu tetapi tebal dan kesannya gelap. tidak mudah untuk membersihkannya. kau harus benar-benar membasuh areal mata dengan lotion pembersih mata berkali-kali, karena bekas riasan mata smokey eyes sulit hilang. karena aku memakai riasan itu hampir tiap hari, maka terkadang ketika aku sangat lelah aku tidak teliti membersihkannya. rupanya ada kuman yang jatuh cinta ke mataku dan akhirnya memutuskan untuk masuk ke mata dan melumpuhkan kelenjar air mata. akibatnya aku terkena infeksi kelenjar air mata. oh Tuhan..padahal belum lama ini aku menikah. hmmm...rupanya penyakit itu yang membuat suhu badanku meningkat. bukan hamil, seperti yang suamiku sangka. infeksi di kelenjar air mata membuat mataku bengkak. mirip bintitan, tetapi dokter bilang itu bukan bintitan. kau tahu? apabila benjolan itu tidak segera diambil, maka selamanya akan terus berada di kelopak mataku. oh tidakkkk!! dengan segera aku memutuskan untuk mengambilnya. ya harus dioperasi, kalau tidak, itu bisa menyerang saraf mata dan bagian mata lainnya. akibatnya bisa sangat fatal, karena ada kuman yang bersarang di sana. jadi, kapan mba bunga siap untuk dioperasi? begitu tanya pak dokter kepadaku. tanpa berpikir panjang, aku memutuskan untuk melakukan operasi sore itu juga. entahlah, tidak ada yang aku takutkan. aku hanya pasrah. aku berasal dari Tuhan, dan suatu saat akan kembali kepadaNya. jadi apa yang perlu aku takuti? sebelum dioperasi, aku sempatkan mengirim bbm dan sms kepada suami dan keluargaku. bagaimanapun, aku butuh doa dari orang-orang yang sungguh aku sayangi. tetapi keyakinanku untuk operasi mata saat itu runtuh begitu saja ketika aku berbaring di sebuah ruangan, dengan lampu-lampu di atasku, dengan pak dokter yang memakai lampu senter di kepalanya dan bermasker, dengan suster yang menemaninya. rasanya sangat manusiawi kalau aku gugup. enam jam yang lalu ketika aku membuat janji untuk berobat ke pak dokter yang akan membedah mataku ini, tidak ada pikiran untuk mengalami ini semua. tetapi kembali lagi ke prinsipku. aku harus kuat. aku harus bertahan. aku harus pasrah. aku hanya bisa berdoa, Tuhan, jika memang ini yang harus aku lalui maka aku pasrahkan semuanya.

tiba-tiba saja aku teringat suamiku. mas Afif Thosin Roy Akhmad, yang baru saja menikahiku tepat pada 21-12-12 lalu. baru beberapa hari menjadi suamiku. orang yang sangat sempurna di mataku. tidak romantis sih, tetapi dia adalah satu-satunya orang yang menjadi alasanku untuk menjadi yang terhebat. aku sangat mengaguminya. ketika ia tidur, sering kali aku diam-diam memperhatikannya. sangat tampan, berhati malaikat, dan sangat menyayangiku. sungguh sempurna. hidupku sangat berubah sejak menikah dengannya. surgaku ada padanya. lalu apakah aku harus menyerah hanya karena benjolan di mataku? tidak akan! aku masih menginginkan banyak hal. aku ingin menciptakan rumah di surga melaluinya, dengan jalan berbakti kepada suamiku. karena aku teringat suamiku, aku menjadi yakin bahwa operasi ini akan berhasil. aku menahan semua rasa sakit itu karenanya, karena suamiku baik, karena aku yakin bahwa masih banyak cerita yang bisa aku bagi kepada anak-anak'ku kelak bagaimana aku dan suamiku membangun rumah tangga yang baik di mata Tuhan. sungguh, aku sangat ingin operasi ini berjalan lancar. maka aku biarkan Tangan Tuhan bekerja untukku.



jadi apapun yang terjadi dalam hidup kita, bersyukurlah. kita tidak pernah tahu kejutan ajaib apa yang sedang Tuhan siapkan untuk kita.(bng)
   

Tuesday, November 6, 2012

Saturday, November 3, 2012


DASAR-DASAR PUBLIC RELATIONS[1]

            Dalam dunia Public Relations (PR), terdapat beberapa kasus yang pernah muncul dan dihadapi oleh perusahaan-perusahaan. Contoh kasus tersebut antara lain:
      Produk makanan yang disinyalir berbahan tidak halal
      Produk rorok yang diduga hasil penjualannya untuk disumbangkan ke penganut agama tertentu
      Kasus Citibank (tewasnya nasabah di kantor Citibank dan penggelapan uang)
      Pendaratan mendadak Singapore Airlines di Hongkong dan Garuda Indonesia di Solo
      Update status Brand Wafer di facebook
Kasus tersebut memperlihatkan betapa pentingnya peran humas bagi suatu perusahaan. Humas yang menentukan, apakah citra perusahaan itu baik di masyarakat, atau justru buruk. Humas sebetulnya sudah ada sejak jaman dulu, bahkan pada saat peradaban kuno. Adapun sejarah terbentuknya Humas di perusahaan antara lain melalui beberapa tahapan, antara lain:
1.      Zaman peradaban kuno: Sumeria, Babylonia, Assyria menggunakan puisi dan tulisan untuk memperlihatkan kemampuan mereka dalam perang dan politik

2.      Zaman Romawi dan Mesir kuno: menggunakan laporan dan tulisan untuk mencapai tujuan politik tertentu
Jadi pada jaman dahulu, PR digunakan sebagai cara untuk mencitrakan seorang pejuang atau raja.
3.      Abad ke-17: ada kebutuhan akan pihak ke-3 untuk memfasilitasi komunikasi antara pemerintah dengan rakyatnya
Dewan Nasional Perancis mendirikan Kementerian Propaganda yang bertujuan untuk memenangkan revolusi
  1. Abad XIX: perkembangan PR mulai pesat, ditandai dengan dibangunnya biro pers di perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk penyebaran berita tentang perusahaan tersebut
  2. Tahun 1900’an: PR berkembang dari agen pers perseorangan dan penerbit menjadi firma konsultasi yang menawarkan jasa pelayanan sebagai ahli di bidang PR
    Perusahaan publisitas yang pertama berdiri adalah Biro Publisitas yang didirikan di Boston tahun 1900. Dekade awal 1900’an mulai muncul departemen Humas di beberapa kantor
  3. Tahun 1970’an: hampir semua kantor non-komersil memiliki bagian PR yang bertugas untuk membantu organisasi dalam membangun kepedulian masyarakat, meningkatkan pendapatan, mempengaruhi pembuatan undang-undang, dsb
PR merupakan salah satu karya publisistik. Pengertian publisistik itu sendiri adalah “Ilmu pengetahuan yang mempelajari pernyataan antarmanusia yang umum lagi aktual, dan bertugas menyelidiki secara ilmiah pengaruh pernyataan itu dari mulai ditimbulkan orang sampai tersiar dalam pers, radio, dsb, serta akibatnya kepada si penerima pernyataan itu”. Menurut Adinegoro, “Publisistik adalah ilmu pengetahuan tentang ihwal pernyataan antarmanusia yang umum lagi aktual”. Sedangkan yang dimaksud dengan pernyataan manusia yaitu penyampaian pernyataan dari seseorang atau banyak orang kepada orang lain atau sekelompok orang.  Yang dimaksud dengan pernyataan yaitu pendapat atau salah satu hasil pemikiran yang dapat disampaikan kepada orang lain. Sifat pernyataan yaitu umum, berlaku untuk orang banyak, atau menyangkut kepentingan umum. Keadaan pernyataan itu haruslah aktual, di mana merupakan hal yang baru atau mutakhir dan hangat dibicarakan orang. Pendapat lain mengenai pernyataan manusia disampaikan oleh Carl I. Hovland.
Menurut Hovland, “Pernyataan antarmanusia yaitu proses di mana seorang insan menyampaikan rangsangan (biasanya berupa lambang-lambang berbentuk kata-kata) untuk mengubah tingkah laku insan-insan lainnya”. Jadi pernyataan antar manusia mencakup berpindahnya suatu pesan atau pendapat dari seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain atau kelompok lain. Unsur-unsur yang terlibat dlm proses pertukaran pernyataan antarmanusia dalam ranah Publisistik antara lain:
      Sumber, yaitu segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik berupa data, fakta, maupun peristiwa yang terjadi
      Komunikator, yaitu orang atau orang-orang, lembaga, organisasi, atau badan tertentu yang menyampaikan pernyataan atau pendapat, gagasan, dan buah pikirannya
      Pesan atau pernyataan, yaitu pendapat atau pesan komunikator terhadap sumber yang dilihat, didengar, atau dialaminya. Atau hasil produksi atau pengolahan terhadap sumber yang dilakukan oleh otak komunikator
Pernyataan bisa berbentuk tertulis (misalnya surat atau berita tercetak), lisan (ucapan, pidato, kampanye), tarian, lagu, bunyi-bunyian  (musik, genderang, kentongan), gerakan massal (pawai, karnaval, demonstrasi)
      Media, yaitu sarana yang dipergunakan untuk menyalurkan pernyataan dari satu orang ke orang lain
      Tujuan, yaitu sasaran yang hendak dicapai oleh komunikator, atau cita-cita, keinginan komunikator dalam hal menyampaikan pendapatnya
      Komunikan, yaitu orang, banyak orang, organisasi, badan, atau lembaga yang menerima pernyataan atau pesan yang disampaikan komunikator
      Efek, yaitu akibat yang timbul pada diri komunikan atas tujuan komunikasi yang dilancarkan komunikator
KARYA PUBLISISTIK
Karya publisistik merupakan bentuk-bentuk pernyataan atau pesan yang diramu dan diolah menjadi suatu pengetahuan terapan atau kejuruan yang dipraktekkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Jenis-jenis karya pubisistik antara lain:
      Jurnalistik, yaitu pengetahuan yang mempelajari keterampilan dalam berkomunikasi melalui teknik pencatatan peristiwa sehari-hari (jurnal)
      Public Relations, yaitu pengetahuan yang mempelajari keterampilan dalam berkomunikasi untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara seseorang atau lembaga dengan publiknya
      Penerangan, yaitu suatu pengetahuan yang mempelajari keterampilan dalam berkomunikasi untuk tujuan menjelaskan sesuatu yang sudah diketahui tapi belum dipahami faedah dan penggunaannya
      Propaganda, yaitu suatu pengetahuan yang mempelajari keterampilan berkomunikasi untuk mempengaruhi orang lain melalui sifat kejiwaannya agar orang lain itu menerima gagasannya secara sugestif
      Dakwah, yaitu pengetahuan yang mempelajari keterampilan dalam berkomunikasi dg tujuan mengajak atau merayu orang lain ke jalan yang benar menurut agama (Islam)
      Indoktrinasi, yaitu pengetahuan yang mempelajari keterampilan dalam berkomunikasi untuk tujuan meyakinkan suatu kebenaran kepada yang belum meyakininya
      Pendidikan, yaitu pengetahuan yang mempelajari keterampilan dalam berkomunikasi untuk tujuan memberitahukan dan menjelaskan hal-hal yang belum diketahui kebenaran dan manfaatnya.


 KONSEPTUALISASI PUBLIC RELATIONS
1. Public
Public merupakan pengelompokkan yang tidak memiliki struktur, dalam arti tidak mempunyai hierarki, peran sosial, norma tertentu, dengan penekanan pada adanya minat dan perhatian bersama terhadap sesuatu hal. Publik tidak terikat oleh suatu struktur, tidak terdapat pada suatu rangkaian khusus, tidak memiliki hubungan satu sama lain tetapi mereka memiliki minat dan kepentingan yang sama. Dengan kata lain, publik bermakna himpunan atau kumpulan orang-orang dan lembaga atau organisasi yang berkepentingan serta berada di sekitar badan atau perusahaan di mana organisasi itu berada. Publik mencakup mereka yang ada baik di dalam maupun di luar perusahaan yang dimaksud. Oleh karenanya publik ada 2 macam: publik intern dan publik ekstern. 
Publik intern terdiri atas:
      Para pegawai dari perusahaan/organisasi/badan/instansi, dan lazim disebut employee public
      Serikat buruh atau karyawan yang hidup dan berkembang dalam perusahaan/organisasi
      Para pemegang saham perusahaan atau disebut stockholder public
Publik ekstern terdiri atas:
      Orang-orang/penduduk yang tinggal di sekitar daerah di mana perusahaan/organiasasi itu berada atau disebut community public
      Para langganan atau relasi perusahaan atau disebut customary public
      Para pemasok bahan baku dan penyalur hasil produksi dari perusahaan atau disebut supplier public
      Para pembeli atau pemakai barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, disebut cunsumer public
      Para opinion leaders atau orang-orang yang berpangaruh di kalangan masyarakat
      Organisasi masyarakat yang mempunyai kepentingan atau keterkaitan usaha dengan perusahaan
      Khalayak ramai atau general public yang berkepentingan dan bersimpati terhadap usaha perusahaan, organisasi/badan
2. Relations
Hakikatnya relations adalah kegiatan membentuk suatu pertalian relasi atau menjalin hubungan satu sama lain. Secara teknis, relations berarti komunikasi dalam menciptakan hubungan yang harmonis di antara dua pihak, di mana satu dengan yang lain sama-sama memperoleh keuntungan sehingga terikat dalam suatu hubungan kefamilian yang akrab.
3. Opini Publik
Pada umumnya orang akan membicarakan suatu persoalan atau isu yang dianggapnya  baru dan tidak biasa tanpa  acara, waktu, dan tempat. Percakapan tersebut biasanya meningkat kepada pertukaran pendapat dan bahkan perdebatan yang makin lama makin terkonsolidasi dengan jelas sehingga terwujud suatu penilaian terhadap isu dan didukung oleh sebagian besar orang yang memperdebatkannya.
Dasar pembentukan opini publik adalah penilaian sosial (social judgement). Social judgement mnr. Cyde L.King yaitu “suatu bentuk penilaian mengenai suatu persoalan aktual yang diperdebatkan dan kemudian didukung oleh sebagian orang-orang yang memperdebatkannya”. Penilaian sosial berdasarkan pada proses pertukaran pikiran yang sadar dan rasional oleh publiknya itulah yang disebut sebagai opini publik. Sedangkan William Albig berpendapat bahwa opini publik adalah hasil dari interaksi antar individu dalam kelompok apa saja. Opini publik timbul dari interaksi antar manusia yang masing-masing mengemukakan pendapatnya, diteruskan dengan perdebatan yang melahirkan penilaian tertentu atau kata sepakat. Key words: ada minat dan kepentingan bersama akan sesuatu hal.  Jenis pengaruh dan sifat opini publik antara lain:
      Dapat memperkuat Undang-Undang  atau peraturan-peraturan
      Merupakan pendukung moral dalam masyarakat
      Merupakan pendukung eksistensi lembaga sosial

DEFINISI PUBLIC RELATIONS
            Definisi Public Relations menurut beberapa ahli antara lain:
      J.C. Seidel:
PR adalah proses yang berkelanjutan dari usaha manajemen untuk memperoleh jasa baik dan pengertian dari para langganannya, pegawai-pegawainya, dan publik pada umumnya (ke dalam: mengadakan analisa dan koreksi diri, ke luar: mengadakan pernyataan yang berarti dan menguntungkan)
      Howard Bonham:
PR merupakan suatu seni untuk menciptakan pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperbesar kepercayaan publik terhadap seseorang atau organisasi

Karakteristik Public Relations antara lain:
      Ada interaksi yang bersifat timbal balik (take and give) antara lembaga dengan publiknya
      Terjadi suatu pengertian bersama dalam meraih kepentingan bersama
      Merupakan usaha atau fungsi manajemen
      Digunakan sebagai cara untuk “memperkenalkan diri”
      Mencapai/memperoleh kepercayaan atau penghargaan dari publik
      Mewujudkan hubungan yang harmonis antara perusahaan/lembada dengan publiknya
      Bagi publik intern, PR bertujuan untuk mencapai efisiensi kerja





 KEGIATAN PUBLIC RELATIONS
Inti tugas Public Relations adalah SINKRONISASI antara INFORMASI dari perusahaan dengan REAKSI dan TANGGAPAN publik sehingga mencapai suasana akrab, saling mengerti, dan muncul suasana yang menyenangkan dalam interaksi perusahaan dengan publik. Public Relations terbagi menjadi dua macam, internal public relations dan external public relations. Internal PR adalah PR yang menjalankan fungsi sebagai liaison di internal organisasi/perusahaan. Target internal PR adalah suasana dalam organisasi/perusahaan itu sendiri, terutama susasana di antara para karyawannya yang memiliki hubungan langsung dengan perkembangan organiasasi/perusahaan. Kegiatan internal PR diperlukan untuk:
-          Memupuk adanya suasana yang menyenangkan di antara para karyawannya
-          Menciptakan komunikasi yang akrab dan tidak kaku di antara bawahan dan atasan
-          Meyakinkan para karyawan akan rasa tanggung jawab terhadap perusahaan/organisasi
KEGIATAN INTERNAL PUBLIC RELATIONS
      Pengumuman-pengumuman
Melalui papan pengumuman, internal PR melakukan beberapa kegiatan antara lain:
-           mengumumkan setiap program kerja atau kebijakan pimpinan
-           mengumumkan hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan
-           memberitahukan adanya acara tertentu di organisasi/perusahaan
Hal-hal yang diutarakan melalui papan pengumuman adalah peristiwa yang bersifat insidental saja dan dianggap perlu untuk diketahui oleh publik intern.
      Buku pegangan pegawai
Berisi program kerja secara rinci. Di dalamnya dijelaskan secara rinci mengenai:
-          tujuan pokok organisasi/perusahaan
-          kebijaksanaan pimpinan untuk mencapai tujuan
-          pembagian kerja tiap sektor usaha dalam perusahaan
-          petunjuk serta kewajiban bagi masing-masing pegawai
      Kontak pribadi
Menjalin komunikasi antarpegawai, baik vertikal maupun horisontal. Hal ini dilakukan apabila ada kegiatan yang perlu disampaikan atau rapat, pertemuan penting, maupun hal-hal lain yang dilakukan para karyawan perusahaan
      Kotak suara
Membuat kotak suara yang bertujuan untuk menampung pendapat atau inspirasi para pegawai yang tidak berani mengemukakan pendapat dalam forum pertemuan
      Pertemuan Berkala
Membicarakan mengenai hal-hal yang bersifat operasional, seperti:
-atasan mengemukakan kebijaksanaannya
-para pegawai memberi tanggapan atas kebijaksanaan atasan
-memberikan rencana dan laporan kegiatan kerja
-mengevaluasi hasil kerja
      Menyelenggarakan pertemuan dengan pemegang saham
      Mengadakan acara sebagai hiburan dan dharmawisata
      Olah raga
Internal membentuk tim olah raga serta menyediakan perlengkapannya. Tujuannya untuk mendapatkan efek keakraban sekaligus membawa nama organisasi/perusahaan ke tengah masyarakat. Secara tidak langsung kegiatan olah raga menjadi sarana promosi dan memperluas publik ekstern perusahaan
      Study tour dan pelatihan
Berguna untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para pegawai perusahaan.
Study tour dalam hal ini bentuknya semacam peninjauan ke perusahaan yang lebih tinggi mutu operasionalnya
      Hadiah dan penghargaan
Memberikan hadiah dan penghargaan bagi pegawai yang berprestasi maupun yang dianggap berjasa bagi organisasi
      Memperhatikan sarana/fasilitas bagi karyawan/anggota organisasi, seperti klinik, tempat ibadah, tempat pendidikan
      Pelatihan dan manajemen
Memberikan pelatihan pada karyawan, memberi saran untuk membentuk iklim yang tepat pada sebuah organisasi atau cara menangani penyelidikan, mengkoordinasikan orang dengan berbagai keahlian dan latar belakang sehingga membuat program bisa dijalankan




KEGIATAN EKSTERNAL PUBLIC RELATIONS
  1. Penulisan
    Membuat siaran pers yang ditujukan pada media umum dan menulis draft untuk media khusus, brosur, poster, katalog pameran dagang dan bahan lain yang akan didistribusikan kepada publik
  2. Penyuntingan
    Merevisi dan memeriksa naskah pidato, majalah perusahaan, neswletter, dan buletin elektronik yang diperuntukan bagi eksternal publik
  3. Penempatan relasi media
Menjadi klien media cetak dan media elektronik; menyelenggarakan book tour untuk para penulis, berbicara dengan para host di media elektronik untuk wawancara; mengkoordinasikan liputan media
  1. Special events
Mengorganisasikan events media, seperti dalam ulang tahun organisasi, pembukaan program baru, sumbangan dana, mensponsori kegiatan, atau acara-acara yang diselenggarakan organisasi/perusahaan
  1. Pidato
    menulis dan menyampaikan pidato pada berbagai kelompok atas nama organisasi/perusahaan
  2. Produksi
    bekerja bersama desainer, penata huruf, pencetak atau produser film dan televisi untuk membuat materi yang akan disajikan dalam bentuk cetakan atau visual
  3. Penelitian
    mengevaluasi program, mengembangkan kuesioner untuk survei, melakukan analisis isi liputan media atas satu peristiwa atau isu, melakukan ‘analisis iklim’ sebuah organisasi untuk menemukan apa yang dipikirkan karyawan
  4. Pemrograman dan konseling
Menyusun rencana untuk klien atau bagian PR, memberi saran cara menangani peristiwa tertentu atau membatasi/mengimbangi publisitas negatif bila diperlukan





BENTUK EKSTERNAL PUBLIC RELATIONS
a. Publisitas
Merupakan komunikasi kepada publik melalui media massa atau langsung secara face to face dan tidak memerlukan suatu bayaran. Publisitas dibuat dalam bentuk berita berdasarkan keinginan seseorang atau badan (perusahaan) untuk memberitahukan kegiatan usahanya
Publisitas mengandung unsur berita dan iklan. Naskah publisitas antara lain:
      Headline
Merupakan intisari atau judul berita, disusun berdasarkan beberapa ketentuan yang bisa menarik perhatian pembaca atau pendengar. Bentuk-bentuk headline:
-Banner headline (sangat penting): dibuat dengan jenis dan ukuran huruf yang mencerminkan sifat gagah dan kuat (huruf tebal dan besar)
-Spread headline (cukup penting): lebih kecil dari banner headline
-Secondary headline (kurang penting): menduduki tiga atau empat kolom surat kabar
-Subordinated headline: hanya membutuhkan satu kolom surat kabar saja, dengan ukuran huruf yang kecil

b. Periklanan
Periklanan menurut Schinler: “Periklanan adalah salah satu metode untuk memperkenalkan barang, jasa, gagasan kepada publik”. Jadi periklanan berfungsi untuk:
-          Memperkenalkan keberadaan perusahaan/organisasi
-          Menawarkan output/produk yang dihasilkan perusahaan/organisasi
Periklanan terkait dengan dua bidang kehidupan:
  1. Ekonomi: merupakan salah satu upaya marketing yang strategis dan merupakan suatu ketentuan menarik yang ditujukan kepada kelompok pembeli tertentu, dilaksanakan oleh produsen atau pedagang agar dapat mempengaruhi penjualan barang atau jasa ke arah yang menguntungkan
  2. Komunikasi: merupakan proses atau kegiatan komunikasi yang melibatkan pihak sponsor (pemasang iklan), media massa, dan agen periklanan
Bentuk-bentuk periklanan:
1.      Price advertising
  Menarik minat konsumen dan mempengaruhinya dengan cara mencantumkan harga   yang lebih rendah dari harga saingannya
2.      Quality advertising
Menonjolkan mutu produk dibandingkan nama perusahaan
3.      Brand advertising
Menonjolkan merk atau nama perusahaan
4.      Prestige advertising
Menonjolkan penggunaan barang oleh orang-orang penting, pengusaha, instansi, lembaga internasional yang terkenal.
5.      Periklanan advokasi
Memberikan penjelasan mengenai posisi perusahaan dalam persoalan yang aktual
6.      Periklanan pioneering
Digunakan untuk memberitahukan tentang perusahaan apa, apa yang dihasilkan, dan di mana lokasinya
7.      Periklanan kompetitif institusional
Mengemukakan kelebihan mutu kinerja perusahaan dalam menghasilkan mutu produknya dibandingkan perusahaan lain
Jenis-jenis iklan:
      Iklan nasional
      Iklan industri
      Iklan perdagangan
      Iklan profesi
      Iklan ide (gagasan)
      Iklan pertanian
      Iklan klasifikasi
Keuntungan periklanan:
      Bisa ditentukan waktunya yang tepat
      Besarnya ruagan atau waktu yang digunakan secara pasti bisa direncanakan
      Media komunikasi yang digunakan bisa dipilihkan pada media yang memiliki oplah terbesar
      Sebelum disiarkan, bisa diadakan pemeriksaan terhadap naskah dan pengujian akan efektivitasnya
      Ukuran, posisi, komposisi, dan pesan naskahnya bisa ditetapkan sebelumnya
      Pihak media komunikasi (massa) patuh pada kemauan si pemasang iklan
Hierarki Periklanan:
      Awareness
Tahap di mana konsumen bisa mengenal dan mengingat barang atau mereknya
      Interest
Terjadi keinginan konsumen untuk mempelajari beberapa keistimewaan barang atau mereknya
      Evaluation
Konsumen menilai barang atau merk sesuai dengan perasaan harapannya
      Trial
Timbul kesungguhan konsumen untuk mengawali pembeliannya dengan mencoba memakai barang atau merk tersebut
      Adoption
Setelah memperoleh pengalaman yang menyenangkan pada awal pembelian tadi, konsumen akan membeli lagi dan memakai barang tersebut untuk seterusnya
Penyelenggaraan periklanan antara lain:
      Diserahkan kepada biro iklan yang melakukan pelayanan penuh (full-service agency)
      Diserahkan pada agen atau lembaga manajemen yang khusus mengerjakan salah satu aspek dari pembuatan iklan (limited-service agency)
      Dilakukan seluruhnya oleh seksi khusus yang ada di bagian PR (in-house agency)

c. Demonstrasi
Demonstrasi dilakukan untuk mempercepat pengaruh terhadap khalayak. Dalam hal ini penglihatan, pendengaran, dan pemikiran publik bisa terkonsolidasi seketika sehingga menimbulkan penilaian yang bisa mendorong ke arah tindakan publik yang positif ataupun negatif. Demonstrasi bisa berupa percobaan-percobaan yang dijelaskan dengan peragaan. Pada hakekatnya demonstrasi merupakan suatu pertunjukan yang secara tidak langsung mengemukakan suatu pernyataan. Adapun tujuan demonstrasi antara lain:
-          Membuat suatu permasalahan
-          Menjelaskan suatu hal
-          Menolong memecahkan permasalahan
-          Melakukan peninjauan kembali
-          Mencapai puncak kejelasan
Perusahaan bisa memperoleh beberapa keuntungan dari penyelenggaraan demonstrasi, seperti:
      Membimbing khalayak yang hadir untuk berfikir ke dalam asumsi yang sama
      Lebih ekonomis/hemat biaya
      Bisa memanfaatkan kegiatan-kegiatan yang mungkin membahayakan apabila dilakukan oleh hadirin sendiri
      Efisien dalam waktu dan tenaga

d. Propaganda
Propaganda adalah kegiatan persuasif untuk mempengaruhi seseorang, suatu kelompok, atau orang banyak, dengan dasar-dasar psikologis agar menerima suatu ide atau hal yang pada waktu tertentu belum diterima atau belum dianggap bermanfaat, untuk kemudian menggerakan mereka agar bertingkah laku atau berbuat sesuai dengan apa yang diharapkan. Ciri khas propaganda antara lain:
      Objeknya merupakan sesuatu hal atau ide yang baru, yang pada waktu tertentu belum diterima atau belum dianggap bermanfaat
      Bertujuan menggerakan seseorang atau kelompok
      Proses kegiatan berlangsung secara sugestif
      Sifatnya subjektif

e. Pameran
Tujuan pameran adalah untuk mengundang publik untuk mengenal, melihat, dan mengerti akan hal-hal mengenai kegiatan perusahaan. Jenis-jenis pameran antara lain:
-          Banquet
-          Bazar
-          Exhibition
-          Exposition
-          Fair
-          Festival
-          Show

f. Open House
Open house dilakukan dengan cara mengundang dan menerima tamu untuk keperluan perniagaan. Dalam kesempatan ini segala macam kegiatan perusahaan dapat diperkenalkan, mulai dari proses produksi sampai ke keadaan gedung, bahkan bila perlu administrasinya.

PROSES PUBLIC RELATIONS
Proses dalam kegiatan PR merupakan sebuah proses yang berkelanjutan, bukan proses yang statis dan akan terus berlangsung selama orginansasi memanfaatkan dan mempertahankan PR sebagai fungsi manajemen. Mengapa? Karena organisasi bergerak secara DINAMIS, sehingga organisasi pun perlu menanggapi dinamika lingkungan yang ada baik di internal organisasi maupun lingkungan eksternalnya. Selain itu, proses PR merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh organisasi, sebagai respon atas peristiwa-peristiwa yang berkenaan dengan organisasi dan publiknya. Proses PR antara lain:
         Analisis sikap&relasi organisasi dg lingkungannya
         Menentukan sikap setiap kelompok pada organisasi
         Analisis Opini
         Analisis potensi masalah, kebutuhan atau peluang
         Perumusan Kebijakan
         Rencana memperbaiki sikap kelompok
         Menjalankan kegiatan terencana
         Umpan balik, evaluasi, dan penyesuaian
Tahapan PR menurut lesly (1991:11-12) antara lain:
  1. Menganalisis iklim umum sikap dan relasi organisasi dengan lingkungannya

    Setiap institusi berfungsi di dalam sistem, dan bergantung pada segala sesuatu yang berlangsung dalam totalitas. Sangat penting untuk memahami sebaik mungkin kecenderungan-kecenderungan di dalam sistem tersebut serta bagaimana organisasi akan dipengaruhi kecenderungan itu. Termasuk di dalamnya perasaan mengenai sikap terhadap organisasi dan terhadap tempat di mana organisasi tersebut berada, di antara berbagai publik yang berhubungan dengan organisasi
  2. Menentukan sikap setiap kelompok terhadap organisasi
Kelompok yang dimaksud antara lain: karyawan, pemegang saham, customer, atau bagian lain dari publik. Apabila sikap dari kelompok tersebut bisa diketahui maka kita baru melihat apakah ada kesalahpahaman terhadap organisasi dan di mana kebijakan dan tindakan organisasi yang menimbulkan opini yang tidak favourable.
  1. Menganalisis Kondisi Opini
Pengkajian kondisi opini bisa saja mengungkapkan ketidaksenangan di kalangan kelompok dalam organisasi. Analisis akan membantu penyusunan rencana untuk memperbaiki opini yang berkembang dari sikap pelbagai kelompok yang menjadi keperdulian perusahaan.
  1. Mengantisipasi masalah-masalah yang potensial, kebutuhan, atau peluang
Analisis dan  survey yang dilakukan bisa membuat organisasi memperkirakan apa yang akan berkembang dari sikap pelbagai kelompok dalam organisasi. Oleh karena itu bisa direkomendasikan atau direncanakan tindakan yang sesuai untuk kondisi yang demikian.
  1. Merumuskan kebijakan
Analisis juga bisa saja menunjukan kebijakan organisasi yang mana yang perlu diubah untuk memperbaiki sikap kelompok yang ada dalam organisasi terhadap perusahaan.
  1. Merencanakan sarana untuk memperbaiki sikap satu kelompok
Dengan memahami apa yang dipikirkan publik terhadap organisasi dan klarifikasi kebijakan organisasi yang mempengaruhi opini publik, maka landasan untuk tindakan pun sudah tersedia. Selanjutnya pemrograman kegiatan yang memberi penjelasan tentang perusahaan dan produk-produknya yang akan mengatasi kesalahpahaman dan akan mendorong goodwill.
  1. Menjalankan kegiatan yang terencana
Pada tahap ini, perangkat-perangkat PR seperti publisitas, iklan, dan kegiatan karyawan mulai dijalankan. Ini merupakan tahapan PR yang paling kasat mata.
  1. Umpan balik, evaluasi, dan penyesuaian
Bagaimanapun kondisi akan terus berubah, dan PR berfungsi untuk memberi sumbangan sekaligus dipengaruhi oleh perubahan, sehingga menjadi penting untuk terus mengkaji publik. Ini membantu untuk menilai hasil dan mengembangkan sekaligus menyempurnakan program-program PR
Sedangkan menurut Cutlip dan Center, proses PR antara lain:
  1. Fact finding
Pengumpulan fakta dilakukan melalui penelitian dengan menganalisa situasi berupa pemahaman, opini, sikap dan perilaku publik terhadap lembaga.
  1. Definisi permasalahan
Pendefinisian permasalahan dilakukan setelah masalah-masalah yang ada muncul dan diketahui oleh organisasi
  1. Planning
    Berdasarkan pada rumusan masalah, dibuat strategi perencanaan dan pengambilan keputusan untuk membuat program kerja berdasarkan kebijakan lembaga yang juga disesuaikan dengan kepentingan publik
  2. Communicating
    Dalam tahap ini PRO harus mengkomunikasikan pelaksanaan program sehingga mampu mempengaruhi sikap publiknya yang mendorong mereka untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
  3. Evaluating
    Tahap ini melakukan penilaian terhadap hasil-hasil pelaksanaan program dari perencanaan, pelaksanaan program, pengkomunikasian, sampai keberhasilan atau kegagalan yang terjadi dari program tersebut.

Dalam kegiatan PR, sebagai salah satu kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh organisasi, apa yang diungkapkan oleh James E. Gruning dan Hunt menunjukan hal yang penting, yakni hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan. Hubungan tersebut ditentukan oleh faktor:
a.       Tingkat pengenalan atas masalah
b.      Tingkat kendala untuk mengenali masalah
Apakah orang mempersepsi bahwa masalah atau isu itu berada di bawah kendali atau kemampuannya untuk melakukan sesuatu
c.       Adanya kriteria acuan
Adanya pengetahuan atau pengalaman yang sudah dimiliki
d.      Tingkat keterlibatan
Menurut Gruning&Hunt: “Dampak komunikasi itu tidak selalu ada pada level perilaku, karena bisa saja pada level pengetahuan dan pada level sikap. Ini menunjukan dalam kegiatan PR itu ada poros yang cukup panjang dari pengetahuan menuju perilaku”.



 MEDIA PUBLIC RELATIONS
            Beberapa jenis media PR antara lain:
1. Commercial Press
Merupakan media PR yang di luar atau yang tidak dibuat oleh PR, baik cetak maupun elektronik. Commercial press juga merupakan mitra bagi PR karena melalui media ini PR memperoleh publisitas atau lebih dikenal, baik perusahaan maupun produk/jasanya, sementara bagi media massa melihat PR sebagai sumber berita. Ada dua jenis media massa, antara lain:
*        Media massa konvensional (surat kabar umum, majalah umum, radio siaran, televisi siaran) dalam operasionalnya memerlukan studio yang lengkap dengan pemancar yang tinggi dan pemasangan frekuensi siaran harus mendapat izin dari pemerintah
*        Media massa kontemporer/online (newspaper online, magazine online, digital tadio, digital television) tidak memerlukan perangkat studio selengkap media massa konvensional. Cukup seperangkat komputer mobile yang mengendalikan siaran untuk memantau dan menerima berita dari reporter yang menganut citizen journalism.
Media sosial online:
*        Perkembangan media online turut melahirkan media sosial atau jejaring dalam bentuk web, blog, facebook, twitter, friendster, Hi5, dsb.
*        Media tersebut tidak dikategorikan sebagai sebagai media massa online tetapi lebih kepada media sosial online, karena pengaruh dari media ini memiliki kekuatan sosial yang dapat membentuk dan mengubah opini publik dalam masyarakat
*        Media sosial online perlu menjadi perhatian bagi PR karena informasi yang ada di dalamnya bisa digunakan sebagai sumber informasi bagi perusahaan/lembaga
2. Surat Kabar Umum
Zaman Kaisar Romawi → the Acta Diurna, berisikan tentang peristiwa setiap hari, ditulis pada lempengan tanah liat, ditempelkan di dinding setelah pertemuan anggota senat dan tempat strategis. Bentuk-bentuk surat kabar umum antara lain:
1.      National daily newspaper, misal Kompas, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Republika, Suara Pembaruan
2.      Large metropolitan dailies, diterbitkan sedikitnya 5 kali dalam seminggu dengan sirkulasi di kota-kota besar, misal The New York Times
3.      Suburban and small town dailies, misal Long Island’s Newsday (dengan tiras 600.000), the Lawrence Eagle-Tribune dengan fokus berita di Merrimack River Valley, Massachusetts
4.      Weeklies and semiweeklies, kombinasi pertemuan kebutuhan para pembaca dan pengiklan
3. Majalah Umum
Terbit pada pertengahan th 1700. tahun 1741 di Philadelphia terbit American Magazine atau a Monthly View of Political State of British Colonies, for All British Plantations in America. Antara tahun 1741 – 1794, ada 45 majalah baru diterbitkan meskipun tidak secara periodik. Di Indonesia, majalah terbit mingguan di antaranya Majalah Tempo, Gatra, SWA. Sementara majalah popular misalnya Majalah Cosmopolitan, Kartini, Pertiwi, Gadis.
4. Radio Siaran
Awalnya terbentuk oleh Guglielmo Marconi, anak seorang pengusaha di Italia, membuat bacaan laporan ilmiah tentang pengiriman sinyal melalui udara tanpa kabel dan penerimaan kode telegraf dengan jarak 2 mil tahun 1896. Sejak saat itu sebanyak 13.012 stasiun radio beroperasi di AS. Di Indonesia pun berkembang stasiun FM (frequency modulation) dan AM (Amplitude modulation) komersial. Radio non-komersial di  Indonesia dinamakan radio komunitas.
5. Televisi Siaran
*        Tahun 1952, 108 siaran TV menjangkau 17 juta penonton di rumah-rumah. Pada akhir dekade ini ada 559 stasiun TV
*        Di Amerika Serikat, hampir 90% rumah tangga memiliki televisi. Pada tahun 1950-an terjual lebih dari 70 juta pesawat TV
*        Jumlah TV siaran komersial di Indonesia sebanyak 11 saluran menduduki peringkat kedua di dinia, sedang peringkat 1 yaitu Srilanka dengan 22 saluran
*        Di negara maju seperti Eropa dan Amerika, hanya 1 sampai 3 saluran yang siarannya secara nasional
6. Newspaper Online
Berkembangnya teknologi komunikasi dalam bentuk internet telah melahirkan media online/kontemporer. Newspaper online adalah media kontemporer yang operasionalnya melalui jalur internet, tidak perlu menggunakan kertas untuk dicetak karena pembaca bisa mengakses melalui internet. Di Indonesia, beberapa surat kabar harian mengelola newspaper online, seperti Kompas, Media Indonesia, Republika, Suara Pembaruan.
7. Digital Television
Dinamakan juga web-TV, bisa diakses melalui internet. Melalui web-TV penonton bisa mengakses kembali berita-berita yang tidak sempat ditonton melalui TV siaran. Contoh stasiun televisi yang juga memiliki televisi digital antara lain: Metro TV, RCTI, SCTV, MNCTV, Indosiar, ANTV.

MEDIA YANG DIBUAT OLEH PUBLIC RELATIONS
Media yang dibuat PR adalah media untuk kalangan terbatas, bukan untuk umum. Media yang dibuat oleh PR seringkali disebut dengan istilah private publication. Beberapa media yang dibuat oleh PR antara lain: house journal, annual report, company profile, proposal, selebaran/brosur, billboard cetak dan elektronik.
1. House Journal
Adalah media korporat yang diterbitkan untuk kalangan terbatas dan tidak diperjualbelikan. Disebut juga sebagai house organs, company newspaper, employee newspaper, inhouse magazine/majalah intern. House journal merupakan salah satu bentuk media komunikasi PR tertua. Diciptakan pertama kali di Amerika, yaitu The Lowell Offering (1842), The I.M. Singer&Co’s Gazette (1855), The Travelers Insurance Companiess, Protector (1865). Lever Brothers di Inggris meluncurkan house journal pada akhir abad ke-19. Bentuk utama house journal antara lain:
  1. The Sales bulletin, berfungsi sebagai media komunikasi reguler antara seorang sales manager dengan salesmen di lapangan. Dicetak dalam ukuran broadsheet, kuarto, atau plano
  2. The magazine, format majalah dan biasanya berukuran A4. Berisi feature/tuturan/karangan khas dan ilustrasi
  3. The newspaper, mirip koran tabloid tapi isinya terdiri dari berita yang disisipi feature, artikel, dan gambar/foto. Diterbitkan setiap bulan atau triwulan, dicetak setiap bulan atau triwulan dengan ukuran kuarto atau folio
  4. The newslatter, jumlah halaman sedikit (2-8 hlm), ukuran A4. sebagian besar isinya tulisan singkat dengan atau tanpa gambar, juga berisi pokok berita yang diperuntukan bagi pembaca yang sibuk
  5. The wall newspaper, bentuk komunikasi staf di lokasi dengan surat kabar/majalah dinding
Sedangkan bentuk baru house journal antara lain:
*        House journal audio, berita direkam pada pita kaset yang bisa diputar ulang kapan saja oleh semua karyawan
*        House journal video, perekaman peristiwa yang dianggap penting melalui kamera video. Keunggulan: lebih jelas dalam menggambarkan situasi sehingga apa yang akan ditampilkan lebih mudah dipahami
*        House journal video perusahaan, berupa jaringan komunikasi televisi di perusahaan yang ditransmisikan melalui satelit sepanjang hari ke berbagai cabang dan unit perusahaan. Ford Motor Company dan British Aerospace sudah memiliki jaringan televisi sendiri
*        Koran elektronik, yaitu jaringan komunikasi melalui komputer di mana komputer induk disambungkan dengan sejumlah komputer pribadi yang memilik alat pencetak
Keberadaan House journal
Dilihat dari sudut kepentingan lembaga, komunikasi internal diharapkan bersifat fungsional dalam membangun sistem internal di dalam lembaga. Komunikasi internal dilakukan untuk membangun human relationship antara lembaga dan setiap individu dalam lembaga, serta antara individu dalam lembaga. Hal ini dilakukan agar setiap langkah lembaga mendapat pemahaman serta dukungan secara internal, begitu juga terjadi manakala dikehendaki  terbentuknya hubungan, baik antara organisasi dan anggota, maupun antara sesama anggota organisasi.
Manajemen perusahaan dan keredaksian house journal
A.    Pemimpin umum,
adalah orang pertama yang mengendalikan baik bidang usaha maupun redaksional, bertanggungjawab untuk mengambil kebijaksanaan, menentukan arah perkembangan penerbitan, dan menghitung rugi laba perusahaan penerbitan. Karena itu ia berhak mengangkat dan memberhentikan karyawan yang terlibat dalam house journal sesuai dengan yang dibutuhkan.
B.     Bidang redaksi teridiri dari:
-          Pemimpin redaksi, tugas:
1.      Menulis tajuk
2.      Terlibat langsung dalam perencanaan isi media
3.      Mengarahkan gagasan atau pemikiran isi rubrik yang akan dipersiapkan
4.      Mengarahkan operasional media
5.      Penanggungjawab naskah terakhir
6.      Bertanggungjawab terhadap seluruh isi house journal
7.      Berwenang untuk membatalkan naskah atau tulisan yang masuk
-          Redaktur pelaksana (managing redaktur):
*        Merancang atau mengelola seluruh operasional pengerjaan media dan bertanggungjawab terhadap mekanisme kerja di jajawan redaksi
*        Memeriksa seluruh naskah sebelum di-setting
*        Bersama dengan redaktur artistik, membahas desain atau foto media yang hendak dimuat
*        Bertanggungjawab kepada pemimpin redaksi
*        Menentukan rancangan jumlah halaman, letak halaman, deadline laporan, penulisan artistik, dan jadwal waktu percetakan
-          Desk editor
*        Membantu redaktur pelaksana dalam koordinasi operasional media
*        Mengoordinasi kerja reporter
*        Bertanggungjawab terhadap keluarnya outline, masuknya laporan, termasuk ketepatan waktu dan kelengkapan laporan
*        Bekerjasama dengan reporter mengumpulkan seluruh tulisan dan pendukungnya
*        Membentu reporter menembus sumber
*        Memimpin rapat mingguan
*        Menghubungi penulis kolom sesuai dengan kebutuhan
*        Membuat perencanaan teknis operasional
*        Memberikan tugas kepada reporter dan koordinator foto
*        Mengembalikan hasil reportase atau liputan kepada reporter untuk diperbaiki dan dilengkapi
-          Reporter
*        Mencari atau menyumbangkan ide-ide segar (angle yang sesuai dengan rubrik) untuk isi media
*        Mengoperasikan outline media: menembus sumber berita, menulis laporan
-          Fotografer
*        Menyiapkan foto lewat riset foto dan pemotretan sendiri untuk keperluan media
*        Melakukan seleksi foto (bersama redpel dan redaktur artistik)
*        Melakukan koordinasi tentang kredit foto
*        Mendokumentasikan seluruh foto media
-          Desainer
*        Memilih secara fisik: komposisi halaman warna, panjang tulisan, jumlah atau jenis foto dan ilustrasi
*        Menentukan jadwal deadline,
*        tata artistik dan kesepakatan dengan klien
*        Merancang cover, tata letak halaman, jenis huruf, desain media
-          Tata letak
*        Mengerjakan lay out media
*        Mengecek nomor halaman
*        Setting
*        Ilustrasi sampai ke percetakan
-          Bagian produksi
*        Menjadi mediator antara redaksi dan produksi
*        Menarik naskah dari redaksi
*        Menjadi penghubung dengan pihak produksi luar, baik separasi warna maupun percetakan
*        Melakukan QC/quality control untuk fisik
-          Sekretaris redaksi
*        Membantu kelancaran kerja di bidang administrasi (surat menyurat, filling/kearsipan)
-          Bagian Keuangan
*        Menyimpan keuangan operasional redaksi
*        Membuat laporan keuangan



Manajemen isi dan rubrikasi house journal
Isi house journal berbeda dengan media massa umum. Selain pembacanya tertentu, isi dan rubrikasi house journal lebih spesifik. Sebagai media internal, semi eksternal, dan eksternal, house journal melayani informasi yang belum dimuat oleh media massa umum, karena pembaca merasa kurang lengkap, meskipun mereka diterpa informasi dari media umum. Soemirat dan Ardianto: dalam penerbitan house journal, merumuskan siapa pembaca adalah langkah awal yang sangat penting karena isinya menjadi tidak jelas dan tidak dibaca khalayak apabila tidak jelas pula pembacanya.  Setelah menentukan siapa pembacanya, maka langkah selanjutnya adalah menjawab pertanyaan:
-          apa yang harus disajikan kepada pembaca?
-          jenis informasi apa yang akan disajikan?(khusus atau umum)
Perencanaan isi dan rubrikasi disebut dengan EDITORIAL MIX. Di sinilah disusun rubrik-rubrik untuk suatu penerbitan house journal suatu lembaga
Setelah gambaran rubrikasi diperoleh, diperlukan suatu pendekatan dalam pemilihan informasi atau pemuatan informasi, yaitu pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau kombinasi keduanya
- kualitas: mengacu pada tinggi rendahnya nilai berita dan berharga tidaknya berita
- kuantitatif: berdasarkan pada jumlah halaman yang akan dimuat







[1] Bunga Amoringtyas, S.Sos., M.I.Kom.Modul Mata Kuliah Dasar-dasar Public Relations.2012